This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 15 Januari 2013

logo rumah creative yang baru lagi ^^


logo rumah creative nihh


Sabtu, 12 Januari 2013

Effect Scracth


Cerita Bersambung - Jonny Double L (3)


Yah, ini akhir pekan yang aku rasa setiap orang pun menikmati hal yang sama, kecuali mereka yang  dengan getolnya mencari-cari materi sebanyak apapun. Dan juga terkadang hal yang tak sepantasnya dan juga membuat susah orang lain banyak ditempuh oleh orang-orang seperti ini. Dan aku lagi-lagi bersyukur karena aku bukan termasuk kedalam kelompol orang yang seperti itu. Entah apa yang difikirkan mereka. Apa mereka sudah tak takut lagi pada-Mu, Tuhan?
Sabtu yang cerah ini, padahal sebenarnya hampir tak ada perubahan seperti sabtu yang sebelumnya. Tapi entah kenapa aku sangat bersemangat hari ini. Semua tugas kantorku, aku temani dengan lagu-lagu berirama yang tak terlalu beat up, tetapi tetap membuatku bersemangat. Lagu-lagu cinta? Aku rasa tak semua yang ada di playlistku ini semuanya lagu cinta total.
Yang pasti, aku binggung. Tak apalah. Setiap orang pun juga pernah yang merasakan semangat yang tanpa batas ketika mereka tak tahu apa itu penyebabnya. Membuat mereka berfikir pepohonan yang selalu menghijau dan bunga yang bermekaran hanya diperuntukkan bagi dirinya. Saat hembusan angin seperti bisikkan yang membuat lebih santai dan seolah waktu tehenti seperti kehilangan tenaga untuk berputar dari baterai. Dan tiba-tiba mereka menjadi seolah-olah seorang pujangga, ataupun penyair yang bahkan tak tahu lulusan dari universitas mana. Tapi kali ini, aku hanya bisa mengatakan itulah anugerah dari-Nya yng sering kita lupakan. Karena kita diciptakan dengan penuh misteri, begitupun dengan kelahiran kita yang rahasianya belum pernah bocor sampai sekarang. Dan juga dengan perasaan diri kita masing-masing.
Dan hari ini, aku berhasil mencetak rekor entah untuk kompetisi apa. Hari ini aku berhasil menyelesaikan semua tugas kantorku tepat setengah jam sebelum jam makan siang. Walapun tak ada museum yang mencatat rekorku barusan, aku tak peduli. Karena ini pecan yang ingin kuhabiskan dengan beragam perasaan suka cita. Dan sebelum itu, tentulah makan siang yang terpenting.
Pernah terfikir, aku ini orang yang seperti apa? Dan aku pun terkadang bingung untuk menjawabnya sendiri. Tak konsisten atau apalah sebutan yang cocok untukku nantinya. Lain halnya, tempat makan siangku nyaris tak pindah tempat. Mungkin karena rasanya yang enak, atau pelayanannya yang bersahabat, harganya juga yang menarik, atau apa lagi. Aku tak tahu lagi kemungkinannya. Tapi semua kemungkinan itu sepertinya ada untuk tempat makan yang satu ini. Dan menyenagkan tentunya.
Dan selepas aku melepaskan salam perpisahan untuk berjumpa lgi nanti malam kepada dua orang idiot itu, aku langsung saja mengayuh sepedaku ketempat makan yang jarangnya hanya   empat blok dari kantor. Cuaca siang ini pun begitu terasa akan keperkasaan sang raja siang, sehingga membuat dahiku selalu mengkerut dan mataku menjadi keturunan Chinese yang rata-rata lebar matanya tak lebih dari 1cm. Maaf kalau ada yang marah nantinya.
Tepat 12.10.
Dan tanpa banyak tanya lagi kepadaku, salah satu pramuniaganya sedang menyiapkan segelas air putih untuk menghilangkan dahagaku setelah lelah bersama sepeda. Selayang pandang, kuedarkan mataku keseluruh penjuru tempat ini. Sembari menuggu, jari telunjuk kananku, memainkan irama sembari megadu kemeja. Menjelentik tak jelas, mungkin memang salah satu kebiasaan orang banyak yangsedang menunggu seperti yang aku lakukan ini. Tak lebih dari 15menit ternyata makan siangku sudah menunggu untuk dimusnahkan dengan gigi putihku.
Memulainya dengan berdoa, menyantapnya dengan nikmat. Aku rasa siapapun yang melihat ku makan siang hari ini, pasti iri. Bukan karena menu yang kupilih mewah tetapi gaya makanku yang sudah menyerupai dengan host acara makan-makan. Yang dituntut untuk membawakam acara seheboh mungkin.
Tak lebih dari setengah jam aku beristirahat disana sesudah jadwalku makan, aku memikirkan hal apa lagi yang ingin aku lakukan selanjutnya. Bermain di gamezone, atuakah menghabiskan siangku ini denga menonton bioskop. Ahh, tapi hal seperti itu sudah sering aku lakukan ditiap awal dan pertengahan bulan. Ya mungkin karena tak ada lagi yang bisa ku ajak untuk bermain. Berfikir dan terus berfikir, berfikir tak jelas. Dan tiba-tiba kudapati jejak roda sepeda ini menuntunku kembali kerumah ku ini.
Apa orang lain juga pernah merasakan hal yang baru saja aku alami ini Tuhan. Tak ada fikiran sebelumnya, tapi tak disengaja dituntun untuk ketempat yang selalu saja ada dihati, ataupun tempat yang ingin sekali dikunjungi tanpa rencana dan pemikiran yang matang. Dan tentu saja bersama orang yang disayangi.
Terus saja kupandangi seluruh isi ruangan ini. Sampai tepat ke kamarku sendiri yang selalu rapi, ya walaupun tak terlalu rapi untuk ukuran orang lain. Sekali lagi kupandang, aku berfikir apa yang kurang dari kamar dan rumah  ku ini? Mengapa masih saja ada yang kurang? Ah, aku sudah lelah berfikir untuk hari ini. Hari yang panjang. Tapi aku belum mendapatkan hal baru hari ini yang juga tak kalah menyenangkanya. Dan…..

Jumat, 11 Januari 2013

Cerita Bersambung - Jonny Double L (2)


Pagi yang menyenangkan seperti biasanya. Kesibukan orang dipagi hari, hijaunya dedaunan yang ada, angin yang sejuk dan bersahabat, dan dipandu oleh iringan paduan suara dari para burung liar yang ada. Hal ini yang aku nikmati hampir disetiap hari. Dan mungkin kali ini pun aku harus berterima kasih kepada Tuhan, karena dia seorang arsitek yang sangat sempurna. Dan hampi sama sempurnanya seperti kecantikan seorang gadis yang selalu masuk dalam daftar yang ingin aku temui di tiap harinya.
Tiap pagi, dengan jam yang tak pernah berubah, yakni 7.20. Aku selalu bisa mendapati dia sedang membersihkan kafe tempatnya bekerja. Ya, dia merupakan salah satu pramuniaga yang ada disana. Tapi sekali lagi, diantara semua pramuniaga, tak ada yang secantik dirinya. Dan aku rasa tak akan ada yang protes. Dan Kau, Tuhan, jangan pernah cemburu jika aku menyukainya.
Olivia. Itu nama yang tepat untuk dia, dibandingkan dengan Jonny Double L. Dalam perjalanan ku, selalu kesempatkan untuk berhenti sekitar 4-7 menit untuk kuhabiskan menatap mukanya yang membuatku bahagia. Aku selalu menatapnya ditempat yang sama setiap paginya. Di trotoar seberang jalan yang tepat sekali bersebelahan dengan sebuah kotak pos, dan didepan sebuah toko musik. Tak kan aneh, kalau selanjutnya timbul pertanyaan yang sama seperti biasa, “kapan aku bisa mengajaknya kencan? Menghabiskan waktu bersama? Satu hari penuh, aku rasa tak kan membosankan.”
Sejak dua bulan yang lalu, hal itu pun tak pernah terwujud. Entah apa yang ada di dalam benakku saat itu dan sampai sekarang. Aku malu? Aku takut? Atau aku tak percaya diri?  Ataukah aku hanya belum mencoba saja? Mungkin itu pertanyaan yang tepat. Tapi kapan aku berani untuk memulainya?
Dalam perjalanan ku menuju kantor, aku selalu memikirkan kapan untuk mendekatinya. Dan juga dengan cara apa aku akan mendekatinya. Apa Kau pernah mempermasalahkan ini Tuhan, malu untuk bertemu gadis yang sangat disukai? Haha, aku lupa karena Kau tak akan menyukai gadis apalagi sampai hati memperebutkan Olivia dengan diriku. Karena aku yakin kau akan mendukungku untuk mendapatkan dirinya itu. Dan untukmu ibu, anakmu ini sedang menyukai seorang gadis yang tak kalah cantiknya dengan dirimu.
Sesampainya dikantor, akhirnya keputusanku sudah bulat. Aku akan mengajaknya berkenalan dan juga bicara dengannya dengan obrolan yang menarik tentunya. Tiga hari. Ya, tiga hari aku akan mengajaknya kencan. Dan selama  tiga hari itu aku akan selalu berkunjung dan sarapan pagi di Pineapple CafĂ©. Tempatnya bekerja. Ya, harus seperti itu. Itulah laki-laki. Bukankah begitu, ibu?
Dan tanpa aku sadari, sedari tadi aku senyum sendiri sampai ke meja kerjaku. Pantas saja aku menjadi tontonan gratis dipagi hari karena tingkah konyolku tadi. 
“Selamat pagi, Pak Crist?”
“Pagi Jonny.”
Crist Tampubolon. Dialah pimpinan yang sekaligus pemilik advertising ini. Dan masalah tentang IT, itulah hal yang menjadi ‘makananku’ dan dua rekanku Boy dan Doni, dan kami bertiga dikomandoi oleh Pak Hadi. Aku, Boy dan Doni sudah menjadi three musketeer dalam  perusahaan. Karena kami sangat menyukai pekerjaan kami, informatika yang langsung nyambung ke internet. Kami melakukan hal-hal yang kami suka. Dan aku menjadi teringat dengan kata-kata dari Pak Tomo, “lakukanlah apa yang kau sukai, karena hanya Tuhan-lah yang bisa melakukan segalanya.” Dan aku sepakat dengan apa yang dikatakan beliau.
“Hei, double L. Baru dateng lo?” ya, jika nada yang selalu menghinaku dipagi hari ini sudah pasti si Boy, menyapaku, dan aku tak merasa aneh dengan sebutannya itu.
“Yap, telat dikit. Tadi ada masalah dikit di kafe”, sahutku asal saja.
“Anak mana yang ganguin lo double L?” tambahnya lagi sok jagoan.
“Alah, sok berani, tapi bisanya cuma keroyokan. Itu kan lo banget, Boy”, dan suara yang paling bijaksana diantara kami bertiga, Doni.
“Haha, keluar tuh aib lo, Boy”, maksudku membuat suasana tambah ramai.
“Siapa yang bilang? Kan belum ada buktinya, bro. Enak aja. Eh, double L, malam ini lo ada kerjaan gak? Gue ama Doni mau keluar bareng ama pacar-pacar kita. Ikut aja ya? Siapa tahu lo dapet pacar nanti malem, ya gak Don?”
“Betul banget. Gue setuju kali ini. Jadi, Jonny malem ini lo jangan gak bisa ikut hang out bareng kita. Kalo gak, gue gak tahu lo mau diapain ma Boy, hahaha…”
“Oke deh. Malem ini gue juga gak ada kerjaan yang penting banget. Dan siapa tahu gue dapet pacar yang kayak lo bilang tadi Boy. Tapi kalo gak dapet, lo mesti beliin gue satu set ban sepeda baru. Gimana, setuju gak lo?”
“Siapa takut. Oke!”
Itulah kondisi dikantor sehari-hari. Banyak hal yang sangat menyenangkan. Memiliki sahabat seperti mereka. Bersama-sama dengan mereka. Membuat kegaduhan bersama di ulang tahun perusahaan. Bekerja sama dalam satu tim. Makan siang bersama. Meski bayar sendiri-sendiri. Tapi aku menikmatinya. Menghabiskan waktu dari jam 8 sampai 4 sore, dan kecuali sabtu hanya sampai jam 3. Tak terasa bersama mereka. Dan malam ini pun aku harus bersiap pergi bersama mereka. Walaupun hari ini pulang dari kantor jam 3, aku harus bergegas mengayuh sepedaku. Karena aku takut telat, dan setan Boy itu akan komat-kamit tak karuan. Ya begitulah, lain orangnya lain-lain pulalah sifat dan kpribadiannya. Dan aku senang berteman dengan mereka berdua.

Kamis, 10 Januari 2013

Cerita Bersambung - Jonny Double L


Jonny L L (double ‘L’), pemuda yang dilahirkan 24 tahun lalu dengan sehat dan juga dalam keadaan yang ceria waktu. Bayi lucu yang lahir dengan berat yang sekitar 2,5 pound it uterus saja menangis semenjak kedatangan nya ke muka bumi ni. Seakan-akan dia ingin menjadi seorang penyanyi tenar dimasa yang akan datang. Mungkin semakin meyakinkan semua perawat yang ada disana karena suara lengkingan yang kian menjadi karena mungkin bayi sdh sangat lapar. Yang kemudian sang bayi itu semakin kerasnya sehingga mungkin ia akan mengganti jenis aliran musiknya menjadi music ‘Rock’, ketika ia tak mendapatkan asi dari sang ibu karena telah meniggal dunia. Bayi itu ada di ruagan bersalin dengan tanpa satu orang pun keluarganya yang menemani. Yatim piatu merupakan gelar yang langsung didapatnya saat setelah ia lahir.
 Yah, itulah sepengalan kisah menarik dari seorang Jonny Double L dalam kisah ini. Dan setelah meninggalnya sang ibu, bayi itu dirawat di sebuah panti asuhan KELUARGA BESAR, dan disanalah dia mendapatkan nama Jonny Land Lincoln. ‘Land Lincoln’? Ditambah lagi dengan nama depan Jonny? Entah apa yang ada difikiran para pengurus panti, tanpa basa-basi lagi langsung memberi nama seperti itu. Apa mereka tidak butuh pendapatku mengenai nama yang akan aku pakai setiap harinya? Sepertinya waktu itu aku ingin sekali mengadukan hal ini ke KOMNASHAM. Walaupun saat itu aku belum sama sekali bisa bicara. Ya, setidaknya mereka menyediakan transletter ke bahasa bayi atau balita. Aku rasa itu cukup.Tapi entah kenapa memang bayi dan juga balita seperti aku yang dulu, adalah warga negara yang paling tidak bisa dapat mengeluarkan pendapatnya. Walaupun hanya menangis, itu sebenarnya kami sedang berpendapat.
Aku tertawa jika aku mengingat kembali kisah yang menyedihkan bagi ku, walaupun tak pernah bisa aku tangiskan. Aku tak tahu ayahku, foto ibuku pun tak ada satu helai pun ikut bersarang di dompet ku, ataupun di kamarku. Aku ingin sekali membayangkan paras ibu ku sendiri yang cantik, lembut hatinya dan segala macam sifat kebaikan yang ada dalam malaikat. Tapi pada akhirnya sketsa amatirku tak ada yang selesai. Aku selalu menyerah membayangkannya, karena memang aku tak tahu sama sekali. Aku berharap Tuhan sempat menyimpan foto ibuku di dalam diary-Nya, dan kemudian bersedia memberikannya kepadaku. Karena memang sudah seharusnya Dia memberikannya kepadaku.
Sudahlah. Aku harus menjalani aktifitas pagi hari ini seperti biasa, penuh semangat dan juga banyak sekali yang ingin kulakukan dan juga kutemui. Dan pagi ini seperti biasa aku selalu mendoakan ibuku, semoga saja dia baik-baik saja disana, makan yang cukup, dan Tuhan menjaganya dengan baik. Dan Tuhan, tolong jaga ibuku. Jika ada laki-laki yang menggangunya, laporkan saja padaku. Menggelikan. Berdoa seperti itu, apa mau Tuhan mengabulkannya? Tapi sudahlah, aku tahu Dia maha memaafkan. Dan juga doaku kan untuk kebaikan ibuku yang selalu ku sayang.
“Selamat pagi dunia, matahari, penduduk kota, semuanya. Apa kabar kalian?“
Dan langsung kuteruskan dengan mengambil posisi push-up dan sit-up masing-masing dua set. Dan posisi pull-up, dan terakhir dumble pun aku ayunkan. Di sebuah apartemen sederhan ini memang aku tinggal sendirian, karena aku memang kurang nyaman dengan keramaian. Dan langsung kuarahkan langkah ku kedapur untuk menyeduh segelas kopi hangat. Pagi ini aku memilih kopi, karena aku teringat dulu aku sering menghabiskan kopi hitamnya Pak Tomo, penjaga panti dan juga pengasuh kami dulu. Dan dia sudah aku anggap sebagai pengganti peran ayahku.
Setelah selesai aku sarapan pagi, aku pun bersiap untuk memacu sepeda kesayanganku dan juga cuma satu-satunya itu untuk segera ke kantorku. Dan sebelumnya aku pun sudah siap dengan baju kemeja dan celana jeans ku. Dan memang seperti ini lah aku sehari-harinya. Aku nyaman dengan semua yang aku kenakan dan juga tidak mengganggu orang yang melihatnya. Karena memang lebih baik seperti itu. Dan langsung aku tunggangi sepeda swtiaku untuk langsung menuju ketempat kerjaku. Dan aku benar-benar menikmati kehidupanku.

aquatic preview